Percayakan Kesembuhan Pada Diri Sendiri, Sebuah Motivasi bagi Pengembangan Kualitas Kesehatan

Aku masih sangat mengingat waktu saya masih kecil dan harus sering bolak balik ke rumah sakit. Dokter di kota kecilku bilang kalo aku terkena gejala bronkitis. Semacam peradangan pada bronkus atau saluran udara ke paru-paru. Menyedihkan sekali hingga mau tidak mau antibiotik jadi teman kecilku.

Masih jelas juga teringat olehku waktu itu aku sering sekali menolak untuk meminum obat itu. Bukannya tidak percaya dengan pengobatan medis, tetapi pengalaman terus bolak-balik ke dokter itu lho yang membentuk trauma kecil dan rasa bosan dan sedikit putus asa dengan pengobatan cara ini.

Pengobatan alternatif seingatku saat itu memang rasanya tidak ada yang pernah ibu terapkan padaku. Jadi seluruh pengobatan memang dengan cara medis. Ini tidak lepas dari adanya fasilitas dari kantor bapakku yang memberikan jaminan kesehatan gratis bagi karyawan dan keluarganya. Itulah sebabnya mentalitas keluargaku dibentuk untuk selalu membawa ke rumah sakit bila ada anggota keluarga yang sakit. Tidak terkecuali aku.

Kondisi ini sebenarnya awalnya aku tidak begitu ingat, tetapi yang jelas sampai aku dapat mengingat dengan baik, cukup lama rasanya penyakit ini kuderita. Paling tidak sampai aku merasa bisa berkata tegas pada ibu bapakku bahwa aku sudah tidak mau lagi minum obat itu. Seingatku waktu itu aku kelas 3 sekolah dasar.

Konsekuensi dari penolakan untuk meminum antibiotik lagi seperti yang diresepkan dokter tentunya ada. Aku berusaha meyakinkan kedua orang tuaku kalau sebenarnya aku bisa sembuh sendiri tanpa minum obat antibiotik tersebut. Tantangan ini memang sengaja kuciptakan untuk memberikan dorongan semangat bagi diriku sendiri untuk bisa sembuh. Walaupun orang tuaku tetap memaksa, tetapi aku tetap kekeh untuk tidak meminumnya lagi. Yah paling tidak untuk melatih diriku sendiri untuk bisa berusaha mengatasi masalah kesehatan ini tanpa bantuan obat.

Benar saja. Kondisi kesehatanku mulai membaik dan yang perlu dicatat bahwa itu tanpa bantuan obat antibiotik dan tanpa obat alternatif khusus. Kekuatan terbesarku mungkin adalah sugesti yang aku kondisikan dan aku bangun sendiri.

Sebenarnya masih ada beberapa cerita senada yang akan aku bahas di kesempatan yang lain. Untuk berbagi pengalaman, ada diantara saudara yang punya pengalaman serupa? Silahkan memberi komentar.

Simpan dan Amankan Foto Penting Kamu secara Online yuk! Gratisan kok...

Pernah gak punya pengalaman menyebalkan akibat kehilangan file foto kamu. Ya, pengalaman ini pernah saya alami. Parahnya lagi, itu semua adalah foto-foto pernikahan dan foto-foto penting lainnya. Ini gara-gara virus yang nyerang laptopku sampe-sampe terpaksa harus diformat dan datanya gak bisa diselamatkan.

Nah... tentunya kamu gak mau kan dapet ngalaman kayak gini. Bagi kamu yang suka fotografi digital atau video dengan berbagai format dan ingin menyimpan data foto yang udah kamu buat, nih ada cara hemat dan relatif aman untuk nyimpannya. Sebenarnya ada beberapa media penyimpanan online gratis seperti photobucket dan imageshack. Tetapi di kesempatan ini kita membahas di photobucket saja dahulu.

Untuk memulainya, ikuti beberapa step berikut ini:
  1. Masuk ke situs photobucket dengan mengklik disini.
  2. Buat akun di photobucket dengan mengklik menu tab “join now”.
  3. Isikan nama kamu di form isian “username”. Nama yang kamu masukkan nanti disini akan menjadi nama pengguna (user name) kamu untuk login apabila proses pendaftaran kamu berhasil. Nama yang kamu masukkan harus unik dan nanti akan ada pemeriksaan langkah ini di langkah 5.
  4. Pada isian Choose password di form “Password”, masukkan minimal 8 karakter sebagai kata kunci kamu.
  5. Re-type password, ketik kembali kata kunci yang sudah kamu ketik pada langkah 3 untuk menghindari terjadinya salah ketik kata kunci.
  6. Next step harus kamu klik untuk melanjutkan proses pendaftaran dan memeriksa apakah data yang kamu masukkan sudah benar. Bila ada tanda merah pada bingkai isian yang kamu masukkan artinya kamu harus mengganti isian yang sudah kamu masukkan sebelumnya dengan jawaban lain.
  7. First Name isikan dengan nama depan kamu.
  8. Last Name silahkan kamu isi dengan nama belakang kamu.
  9. Email diisi dengan alamat email kamu. Kalo belum punya, silahkan klik disini untuk melihat cara membuatnya.
  10. Pada Gender silahkan pilih jenis kelamin kamu dari dropdown yang disediakan, Male untuk laki-laki dan Female bila perempuan.
  11. Isikan tanggal lahir kamu di isian Birthday.
  12. Masukkan kode pos pada ZIP/Postal Code.
  13. Pada Re-type it here, ketik kembali kode visual yang terdapat pada See this code.
  14. Lalu klik I accept. Sign me up! Tunggu konfirmasi lebih lanjut untuk memverifikasi permintaan kamu. Konfirmasi itu dikirim ke email kamu.
  15. Buka email kamu dan klik url yang tercantum disitu untuk menverifikasi bahwa sudah benar bahwa kamu dengan alamat email yang kamu masukkan memang mendaftar pada photobucket.
  16. Tunggu informasi bahwa verifikasi kamu sudah diterima dan dengan demikian akun kamu sudah aktif.
  17. Silahkan menyimpan foto kamu disitu.

Untuk pembahasan lebih lanjut tentang photobucket, mulai dari bagaimana membuat folder, hingga pengeditan foto kamu akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Cara Memuat Script atau Kode Program di Posting Blog Kamu

Mungkin untuk pemula, dan seneng berbagi tambahan pengetahuan tentang modifikasi atau pembuatan template blog yang harus memposting script atau kode program di blog terkadang menemukan kesulitan. Iya... script yang dibuat tidak bisa tampil setelah dipublikasikan.

Ini memang terjadi karena pada script tertentu, ternyata dibaca sebagai script HTML yang tentunya apabila dijalankan, script ini kemudian menjalankan perintah yang dituliskan, dan script itu sendiri tidak tampil karena sudah dibaca oleh bahasa mesin di komputer kamu. Oleh sebab itu, script yang telah dibuat harus dimodifikasi supaya tetap visibel seperti sebagaimana yang kita ketik dan tidak dijalan oleh komputer sebagai bahasa mesin.

Untuk melihat contoh postingan script html yang dipublikasikan silahkan klik disini.

Berikut ini, ada cara mudah untuk mempublikasikan script kamu. Ikuti langkah berikut:
  1. Pastikan Script yang akan kamu muat di postingan sudah benar.
  2. Untuk melakukan encoding, kamu perlu bantuan pihak ketiga supaya tidak ribet dan pusing sendiri. Caranya dengan masuk ke situs ini trus ikuti langkah 3 selanjutnya.
  3. Copy-kan script yang telah dibuat pada langkah 1 pada form Encode input text. Bila kurang yakin apakah script kamu sudah benar atau belum, silahkan klik HTML Decoder
  4. Klik Encode.
  5. Pada form Here is the HTML-encoded output nanti muncul hasil encode dari script kamu supaya dapat dimuat dalam posting.
  6. Copykan hasil dari langkah 5 pada bagian dalam tulisan posting yang akan dipublikasikan.
  7. Simpan perubahan dalam blog
  8. Terakhir...Publikasikan tulisan kamu.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Tambah Sidebar Kiri di Template Blogger/Blogspot

Namanya manusia emang gak pernah puas yah. Tapi inilah yang buat manusia bisa semaju sekarang. (read: blogging). Rasa ini juga yang buat penasaran untuk tampil beda walaupun pake template yang gratisan. Hunting template emang menyenangkan tapi setelah dapet dan dipake ternyata maunya tampil beda, paling tidak beda dikit lah..


Di otakku, yang ada inginnya buat satu kolom (read: sidebar) lagi di sebelah kiri. Soalnya template standar yang saya gunakan punya satu sidebar sebelah kanan. Kalo nambah sidebar kiri bagaimana? Nah...setelah utak-atik sendiri skrip template yang ada ditambah dengan googling ke berbagai blog akhirnya dapet deh script yang dimaksud.


Kalo rekan-rekan juga mau, ini ada petunjuk caranya:

1. Login ke Blogger trus masuk menu Layout setelah itu klik Edit HTML

2. Backup template yang ada dengan cara Download Template dan simpan di media penyimpanan rekan.

3. Non-aktifkan centangan Expand Template Widget untuk menghindari terjadinya perubahan pada Widget yang telah ada.

4. Tentukan jumlah pixel yang akan digunakan pada sidebar yang akan dibuat dalam template dengan rumus: width-nya #main-wrapper + width-nya #sidebar-wrapper + width-nya #newsidebar-wrapper ≤ width-nya main-wrapper. Dalam pembahasan ini misalnya kita menggunakan lebar sidebar atau width-nya 150px.

5. Tempatkan kode berwana biru dibawah ini setelah tanda ‘}’ pada #sidebar-wrapper

#newsidebar-wrapper {
width: 200px;
float: left;
padding-right:10px;
word-wrap: break-word;
overflow: hidden;
}

6. Temukan kode <div id='main-wrapper'> lalu tempatkan kode berikut ini dibawahnya.

<div id=’newsidebar-wrapper’>
<b:section class=’sidebar’id=’newsidebar’ preferred=’yes’>
</b:section>
</div>

7. Simpan perubahan yang dilakukan dengan cara mengklik SIMPAN TEMPLATE

8. Periksa kembali hasil perubahan yang dilakukan dengan mengklik Lihat Blog dan periksa kembali detail layout tampilan dengan mengklik Elemen Halaman dalam menu Tata Letak.


Selamat mencoba dan semoga berhasil!